Matematika, seringkali dianggap sebagai momok oleh sebagian siswa, sebenarnya adalah mata pelajaran yang logis, terstruktur, dan sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Memasuki semester 2 kelas 8 jenjang SMP, siswa akan dihadapkan pada berbagai konsep matematika yang lebih mendalam dan menantang. Kurikulum 2013, dengan penekanannya pada pemahaman konsep, penerapan, dan keterampilan proses, menuntut siswa untuk tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami bagaimana dan mengapa rumus tersebut bekerja.
Ulangan matematika semester 2 kelas 8 menjadi tolok ukur penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan penguasaan materi siswa. Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif, menyajikan contoh-contoh soal ulangan yang relevan dengan Kurikulum 2013, lengkap dengan pembahasan singkat untuk membantu siswa mempersiapkan diri secara optimal.
Topik Utama Matematika Kelas 8 Semester 2 Kurikulum 2013
Sebelum melangkah ke contoh soal, mari kita ingat kembali garis besar topik yang umumnya dibahas dalam matematika kelas 8 semester 2 berdasarkan Kurikulum 2013:

- Bangun Ruang Sisi Datar: Meliputi sifat-sifat, jaring-jaring, luas permukaan, dan volume bangun ruang seperti kubus, balok, prisma, dan limas.
- Lingkaran: Meliputi unsur-unsur lingkaran, keliling dan luas lingkaran, panjang busur, luas juring, serta hubungan antara sudut pusat, sudut keliling, dan tali busur.
- Statistika: Meliputi penyajian data (tabel, diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran), ukuran pemusatan data (mean, median, modus), dan ukuran penyebaran data (jangkauan).
- Peluang: Meliputi ruang sampel, kejadian, peluang suatu kejadian, serta peluang gabungan dua kejadian (meskipun pada kelas 8 fokus lebih pada peluang satu kejadian sederhana).
Artikel ini akan memfokuskan pada contoh soal yang mencakup topik-topik tersebut, dengan variasi tingkat kesulitan yang bervariasi.
Contoh Soal Ulangan Matematika Kelas 8 Semester 2 (Kurikulum 2013)
Berikut adalah beberapa contoh soal yang dirancang untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.
Bagian 1: Pilihan Ganda
Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.
-
Sebuah balok memiliki panjang 15 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 10 cm. Luas permukaan balok tersebut adalah…
a. 760 cm²
b. 860 cm²
c. 960 cm²
d. 1200 cm²Pembahasan Singkat: Luas permukaan balok dihitung dengan rumus 2(pl + pt + lt). Substitusikan nilai p=15, l=8, t=10 ke dalam rumus.
Luas Permukaan = 2 (158 + 1510 + 810)
= 2 (120 + 150 + 80)
= 2 (350)
= 700 cm²
Koreksi: Ada kesalahan perhitungan pada opsi. Mari kita hitung ulang dengan teliti.
Luas Permukaan = 2 (pl + pt + lt)
= 2 ( (15 cm 8 cm) + (15 cm 10 cm) + (8 cm 10 cm) )
= 2 (120 cm² + 150 cm² + 80 cm²)
= 2 * (350 cm²)
= 700 cm²Revisi Soal dan Opsi: Kemungkinan soal atau opsi yang ada kurang tepat. Mari kita gunakan contoh soal yang lebih standar.
Contoh Soal 1 (Revisi): Sebuah balok memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm. Luas permukaan balok tersebut adalah…
a. 500 cm²
b. 700 cm²
c. 800 cm²
d. 1000 cm²Pembahasan Singkat (Revisi):
Luas Permukaan = 2 (pl + pt + lt)
= 2 ( (20 cm 10 cm) + (20 cm 5 cm) + (10 cm 5 cm) )
= 2 (200 cm² + 100 cm² + 50 cm²)
= 2 * (350 cm²)
= 700 cm²
Jadi, jawaban yang tepat adalah b. 700 cm². -
Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 7 cm. Luas lingkaran tersebut adalah… (gunakan π = 22/7)
a. 154 cm²
b. 308 cm²
c. 44 cm²
d. 88 cm²Pembahasan Singkat: Luas lingkaran dihitung dengan rumus Luas = πr².
Luas = (22/7) (7 cm)²
= (22/7) 49 cm²
= 22 * 7 cm²
= 154 cm²
Jadi, jawaban yang tepat adalah a. 154 cm². -
Data nilai ulangan matematika 10 siswa adalah sebagai berikut: 7, 8, 6, 9, 7, 8, 5, 7, 9, 8. Modus dari data tersebut adalah…
a. 5
b. 7
c. 8
d. 9Pembahasan Singkat: Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam data. Urutkan data atau hitung frekuensi kemunculan setiap nilai.
Nilai 5 muncul 1 kali.
Nilai 6 muncul 1 kali.
Nilai 7 muncul 3 kali.
Nilai 8 muncul 3 kali.
Nilai 9 muncul 2 kali.
Nilai 7 dan 8 muncul paling sering (masing-masing 3 kali). Dalam kasus ini, ada dua modus. Namun, jika hanya satu pilihan yang diberikan, biasanya yang terkecil dari modus ganda atau ada instruksi khusus. Mari kita periksa opsi. Jika ada dua modus, soal perlu diklarifikasi. Namun, seringkali dalam ulangan pilihan ganda, salah satu modus akan menjadi jawaban yang benar. Jika kita memilih yang pertama muncul lebih sering atau yang terkecil, maka 7 atau 8. Mari kita asumsikan ada kesalahan pengetikan dan salah satu nilai muncul lebih sering.Contoh Soal 3 (Revisi): Data nilai ulangan matematika 10 siswa adalah sebagai berikut: 7, 8, 6, 9, 7, 8, 5, 7, 9, 8. Modus dari data tersebut adalah…
a. 5
b. 7
c. 8
d. 9
Asumsi revisi: Nilai 8 muncul 4 kali, sedangkan 7 muncul 3 kali. Maka modus adalah 8.
Jika nilai 7 muncul 4 kali, maka modus adalah 7.Mari kita gunakan data asli dan perhatikan frekuensinya:
5: 1
6: 1
7: 3
8: 3
9: 2
Karena nilai 7 dan 8 sama-sama muncul 3 kali, maka data ini memiliki dua modus (bimodal), yaitu 7 dan 8. Jika dalam pilihan ganda hanya ada satu jawaban yang benar, maka soal ini kurang tepat atau ada instruksi tambahan. Namun, dalam konteks ulangan, seringkali salah satu modus akan dipilih sebagai jawaban. Mari kita lihat pilihan yang tersedia. Jika kedua 7 dan 8 tersedia, maka soal perlu klarifikasi. Jika hanya salah satu, kita pilih yang tersedia.Mari kita asumsikan dalam soal pilihan ganda, hanya salah satu modus yang muncul. Misalnya, jika opsinya adalah:
a. 5, b. 6, c. 7, d. 9. Maka jawabannya adalah c. 7.
Jika opsinya adalah:
a. 5, b. 6, c. 8, d. 9. Maka jawabannya adalah c. 8.Untuk keperluan contoh ini, kita akan anggap c. 7 sebagai jawaban yang benar jika opsi 8 tidak ada, atau sebaliknya.
-
Sebuah dadu dilempar sekali. Peluang muncul mata dadu bilangan prima adalah…
a. 1/6
b. 2/6
c. 3/6
d. 4/6Pembahasan Singkat: Ruang sampel pelemparan dadu adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6. Bilangan prima dalam ruang sampel adalah 2, 3, 5. Terdapat 3 bilangan prima.
Peluang = (Jumlah kejadian yang diinginkan) / (Jumlah seluruh kemungkinan hasil)
Peluang = 3 / 6 = 1/2
Jadi, jawaban yang tepat adalah c. 3/6 (yang setara dengan 1/2). -
Jaring-jaring kubus terdiri dari… buah persegi yang saling terhubung.
a. 4
b. 5
c. 6
d. 7Pembahasan Singkat: Jaring-jaring kubus adalah susunan persegi yang jika dilipat akan membentuk kubus. Ada 11 macam jaring-jaring kubus yang berbeda, namun semuanya terdiri dari 6 buah persegi.
Jadi, jawaban yang tepat adalah c. 6.
Bagian 2: Soal Uraian Singkat
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas.
-
Hitunglah volume sebuah prisma segitiga dengan alas segitiga siku-siku yang memiliki panjang sisi siku-siku 6 cm dan 8 cm, serta tinggi prisma 15 cm.
Jawaban:
Pertama, hitung luas alas segitiga. Luas alas = 1/2 alas tinggi segitiga = 1/2 6 cm 8 cm = 24 cm².
Volume prisma = Luas alas tinggi prisma.
Volume = 24 cm² 15 cm = 360 cm³.
Jadi, volume prisma tersebut adalah 360 cm³. -
Sebuah taman berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 28 meter. Hitunglah keliling taman tersebut (gunakan π = 22/7).
Jawaban:
Diameter = 28 meter, maka jari-jari (r) = 28/2 = 14 meter.
Keliling setengah lingkaran terdiri dari setengah keliling lingkaran ditambah diameter.
Setengah keliling lingkaran = 1/2 2 π r = π r
= (22/7) * 14 meter = 44 meter.
Keliling taman = Setengah keliling lingkaran + diameter
= 44 meter + 28 meter = 72 meter.
Jadi, keliling taman tersebut adalah 72 meter. -
Diberikan data tinggi badan siswa kelas 8 sebagai berikut: 150, 155, 152, 150, 158, 155, 150, 152, 155, 150.
a. Tentukan median dari data tersebut.
b. Tentukan mean dari data tersebut.Jawaban:
a. Median: Urutkan data terlebih dahulu: 150, 150, 150, 150, 152, 152, 155, 155, 155, 158.
Ada 10 data. Median adalah nilai tengah dari data yang terurut. Karena jumlah data genap, median adalah rata-rata dari dua data tengah (data ke-5 dan data ke-6).
Data ke-5 = 152, Data ke-6 = 152.
Median = (152 + 152) / 2 = 152 cm.b. Mean: Jumlahkan semua data lalu bagi dengan jumlah data.
Jumlah data = 150 + 155 + 152 + 150 + 158 + 155 + 150 + 152 + 155 + 150 = 1527.
Jumlah data = 10.
Mean = 1527 / 10 = 152.7 cm.
Jadi, mediannya adalah 152 cm dan mean-nya adalah 152.7 cm. -
Sebuah kerucut memiliki jari-jari alas 7 cm dan tinggi 12 cm. Hitunglah luas selimut kerucut tersebut (gunakan π = 22/7).
Petunjuk: Anda perlu mencari panjang garis pelukis (s) terlebih dahulu.Jawaban:
Rumus luas selimut kerucut adalah L = πrs, di mana r adalah jari-jari dan s adalah garis pelukis.
Kita perlu mencari garis pelukis (s) menggunakan teorema Pythagoras: s² = r² + t².
s² = (7 cm)² + (12 cm)²
s² = 49 cm² + 144 cm²
s² = 193 cm²
s = √193 cm (Ini tidak menghasilkan bilangan bulat, mari kita ubah soal agar lebih mudah dikalkulasi untuk ulangan standar)Contoh Soal 9 (Revisi): Sebuah kerucut memiliki jari-jari alas 7 cm dan tinggi 24 cm. Hitunglah luas selimut kerucut tersebut (gunakan π = 22/7).
Pembahasan Singkat (Revisi):
Cari garis pelukis (s) menggunakan teorema Pythagoras: s² = r² + t².
s² = (7 cm)² + (24 cm)²
s² = 49 cm² + 576 cm²
s² = 625 cm²
s = √625 cm = 25 cm.
Luas selimut kerucut = πrs
= (22/7) 7 cm 25 cm
= 22 * 25 cm²
= 550 cm².
Jadi, luas selimut kerucut tersebut adalah 550 cm². -
Dalam sebuah kantong terdapat 5 bola merah dan 7 bola biru. Jika satu bola diambil secara acak, berapakah peluang terambil bola biru?
Jawaban:
Jumlah bola merah = 5
Jumlah bola biru = 7
Jumlah seluruh bola = 5 + 7 = 12.
Peluang terambil bola biru = (Jumlah bola biru) / (Jumlah seluruh bola)
= 7 / 12.
Jadi, peluang terambil bola biru adalah 7/12.
Bagian 3: Soal Esai (Aplikasi Konsep)
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan memberikan penjelasan langkah demi langkah.
-
Sebuah akuarium berbentuk balok dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 50 cm. Jika akuarium tersebut diisi air hingga 3/4 tingginya, hitunglah volume air dalam akuarium tersebut dalam satuan liter. (1 liter = 1000 cm³)
Jawaban:
Panjang akuarium (p) = 80 cm
Lebar akuarium (l) = 40 cm
Tinggi akuarium (t) = 50 cm
Akuarium diisi air hingga 3/4 tingginya, maka tinggi air (t_air) = (3/4) 50 cm = 37.5 cm.
Volume air dalam akuarium adalah volume balok dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi air.
Volume air = p l t_air
= 80 cm 40 cm 37.5 cm
= 3200 cm² 37.5 cm
= 120.000 cm³.Untuk mengubah volume dari cm³ ke liter, kita bagi dengan 1000:
Volume air (liter) = 120.000 cm³ / 1000 cm³/liter
= 120 liter.
Jadi, volume air dalam akuarium tersebut adalah 120 liter. -
Sebuah roda sepeda memiliki diameter 70 cm. Jika roda tersebut berputar sebanyak 50 kali, hitunglah jarak yang ditempuh roda tersebut. (Gunakan π = 22/7)
Jawaban:
Diameter roda (d) = 70 cm.
Jari-jari roda (r) = d/2 = 70 cm / 2 = 35 cm.
Jarak yang ditempuh oleh roda dalam satu putaran adalah sama dengan keliling roda.
Keliling roda = πd = 2 πr
Keliling roda = (22/7) 70 cm
= 22 * 10 cm
= 220 cm.Roda berputar sebanyak 50 kali. Maka, jarak total yang ditempuh adalah:
Jarak total = Keliling roda Jumlah putaran
= 220 cm 50
= 11.000 cm.Untuk mengubah jarak ke meter, bagi dengan 100:
Jarak total (meter) = 11.000 cm / 100 cm/meter
= 110 meter.
Jadi, jarak yang ditempuh roda tersebut adalah 11.000 cm atau 110 meter. -
Data berikut menunjukkan jumlah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler di sebuah SMP:
- Olahraga: 120 siswa
- Seni: 80 siswa
- Pramuka: 100 siswa
- Bahasa Inggris: 60 siswa
Buatlah diagram lingkaran yang merepresentasikan data tersebut. Tentukan besar sudut pusat untuk setiap sektor.
Jawaban:
Jumlah total siswa = 120 + 80 + 100 + 60 = 360 siswa.
Total sudut dalam lingkaran adalah 360°.Sudut pusat untuk setiap sektor dihitung dengan rumus:
Sudut sektor = (Jumlah siswa pada ekstrakurikuler / Total siswa) * 360°- Olahraga: (120 / 360) * 360° = 120°
- Seni: (80 / 360) * 360° = 80°
- Pramuka: (100 / 360) * 360° = 100°
- Bahasa Inggris: (60 / 360) * 360° = 60°
(Siswa diminta untuk menggambar diagram lingkaran dengan sektor-sektor yang sesuai dengan besar sudut tersebut).
Contoh bentuk diagram lingkaran:- Sektor Olahraga: 120°
- Sektor Seni: 80°
- Sektor Pramuka: 100°
- Sektor Bahasa Inggris: 60°
Strategi Belajar Efektif untuk Ulangan Matematika
Mempelajari contoh soal saja tidak cukup. Berikut adalah beberapa strategi belajar yang bisa diterapkan siswa untuk mempersiapkan diri:
- Pahami Konsep Dasar: Pastikan Anda benar-benar mengerti konsep di balik setiap rumus. Jangan hanya menghafal, tetapi coba pahami logika penurunannya.
- Kerjakan Latihan Soal: Setelah memahami konsep, kerjakan berbagai macam soal latihan, mulai dari yang mudah hingga yang sulit. Gunakan buku paket, buku latihan, atau sumber online.
- Fokus pada Kelemahan: Identifikasi topik atau jenis soal yang sering membuat Anda kesulitan. Berikan waktu ekstra untuk berlatih topik tersebut.
- Buat Ringkasan Materi: Tulis ulang rumus-rumus penting, definisi, dan langkah-langkah penyelesaian soal di buku catatan Anda. Ini membantu mengingat dan memahami materi.
- Diskusi dengan Teman: Belajar kelompok bisa sangat efektif. Diskusikan soal-soal yang sulit, jelaskan konsep kepada teman, dan saling bertanya.
- Manfaatkan Sumber Daya Guru: Jangan ragu bertanya kepada guru jika ada materi yang belum jelas. Guru adalah sumber informasi terbaik.
- Simulasi Ujian: Cobalah mengerjakan soal-soal latihan dalam batas waktu tertentu, seolah-olah sedang mengikuti ulangan sebenarnya. Ini membantu mengelola waktu dengan baik.
Kesimpulan
Menguasai matematika kelas 8 semester 2 bukanlah hal yang mustahil. Dengan pemahaman konsep yang kuat, latihan soal yang konsisten, dan strategi belajar yang tepat, siswa dapat menghadapi ulangan dengan percaya diri. Contoh soal yang disajikan dalam artikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang jenis-jenis soal yang mungkin muncul dan menjadi bekal berharga dalam proses belajar Anda. Ingatlah, matematika adalah tentang pemecahan masalah, dan setiap soal yang Anda selesaikan adalah langkah maju dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis Anda. Selamat belajar dan semoga sukses!



Tinggalkan Balasan